Di sebuah lereng perbukitan kawasan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, suasana sore hari sempat menjadi waktu yang sangat mencemaskan bagi puluhan ibu pedagang sayur keliling dan pemilik warung makan kecil. Setiap jarum jam mendekati pukul empat sore, suara sepeda motor para penagih utang harian berseliweran keluar masuk gang sempit untuk menarik setoran dengan bunga mencekik.

“Kalau dagangan sedang sepi, kami terpaksa pinjam ke penagih kedua untuk menutup cicilan penagih pertama. Gali lubang tutup jurang, kepala rasanya pusing dan tidur tidak pernah tenang,” tutur Bu Siti (46 tahun), salah seorang pedagang sayur setempat.
Baitul Maal Berbasis Koin Subuh
Melihat kepedihan para ibu tersebut, para penggerak Kampung Sedekah bersama tokoh masyarakat dan pengurus DKM masjid setempat mengambil langkah nyata. Gerakan ini tidak dimulai dengan menunggu bantuan donatur besar dari kota, melainkan dengan menghidupkan kembali tradisi gotong royong warga sendiri.
Setiap keluarga di lingkungan tersebut dibagikan kaleng sedekah subuh. Setiap fajar setelah shalat subuh, warga menyisihkan koin receh seribu atau dua ribu rupiah. Dari koin-koin kecil yang terkumpul setiap bulan itulah lahir kas Baitul Maal lingkungan yang disalurkan sebagai pinjaman kebajikan (Qardhul Hasan).
Tiga Prinsip Bantuan Modal Kampung Sedekah:
- Pinjaman Pokok Murni 0%: Diberikan tanpa tambahan bunga satu rupiah pun, tanpa biaya administrasi, dan tanpa ancaman denda.
- Diserahkan dalam Bentuk Barang Dagangan: Tim amil membelikan langsung stok sayur mayur, beras, atau bumbu dapur ke pasar induk untuk memastikan dana benar-benar dipakai memutar usaha, bukan habis untuk kebutuhan konsumtif.
- Mengangsur Sambil Menabung Akhirat: Pedagang mengangsur pokok pinjaman secara ringan setiap pekan ke kaleng sedekah, sehingga dana tersebut bisa segera digulirkan untuk menyelamatkan tetangga berikutnya.
Kembalinya Martabat dan Senyum Pedagang
Kini, lebih dari 100 kepala keluarga di kawasan Tenjolaya telah merdeka sepenuhnya dari jeratan penagih utang harian. Keuntungan dagang yang diperoleh setiap hari kini bisa dinikmati utuh untuk makan keluarga dan biaya sekolah anak.
Bagi warga Tenjolaya, uang seribu rupiah yang dimasukkan ke kaleng sedekah subuh setiap fajar bukan lagi sekadar uang sisa di saku. Itu adalah ikhtiar nyata saling menguatkan pundak sesama tetangga agar tidak ada lagi yang terjerat rentenir di kampung mereka.
Dukung Perluasan Baitul Maal Bebas Riba
Titipkan sedekah subuh dan zakat Anda untuk membebaskan lebih banyak pedagang kecil dari jeratan utang berbunga.